Padahal jika salah satu orang yang ditemuinya itu tidak serakah, dewa akan membuat orang itu menjadi dewa sepertinya. Sebuah anugerah yang luar biasa. Pesan moral dari Cerita Rakyat Yang Jarang Diketahui 1 : Mencari Colon Dewa adalah serakah hanya akan membuat hidupmu tidak berkah. Oleh karena itu, jangan serakah, ya. 7Cerita Alkitab Perjanjian Lama, Penuh Pesan Moral yang Menginspirasi. 1. Hari Penciptaan (Kejadian 1) Bagaimana Tuhan menciptakan bumi dan isinya selalu menarik perhatian anak-anak. Jelaskan kepada anak bahwa Bumi tadinya tidak ada. Kemudian, oleh kemuliaan-Nya, Tuhan menciptakan Bumi dan mengisinya dengan cakrawala, benda-benda langit, serta KisahYusuf Ayah Yesus, Seorang Tukang Kayu yang Rendah Hati dan Tak Permalukan Istrinya Yusuf dari Nazaret adalah tokoh Alkitab yang merupakan suami dari Maria yang melahirkan Yesus Kristus EmpatPenemuan ini Jarang Diketahui Ceritanya. Lampu Edison. Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu. Konten dari Pengguna. 16 Mei 2020 20:18. Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan. 1 Sosok sederhana. Bukan menjadi rahasia bahwa Bung Hatta, begitu ia akrab disapa, adalah sosok yang sederhana. Ia pernah meminta asistennya untuk mengembalikan dana taktis wakil presiden yang sebenarnya merupakan haknya. Semua tawaran untuk menjabat sebagai komisaris perusahaan nasional dan internasional pernah ditolak Bung Hatta. Berikutmanfaat donor darah bagi tubuh yang jarang diketahui. 1. Menjaga Kesehatan Jantung. Manfaat donor darah bagi tubuh yang pertama adalah dapat menjaga kesehatan jantung. Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan akan menyebabkan oksidasi kolesterol . Daftar nama tokoh tidak bernama dalam Alkitabartikel daftar Wikimedia / From Wikipedia, the free encyclopedia Berikut adalah daftar nama tokoh yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab, tetapi memiliki peranan di dalam narasi Alkitab, dan terkadang dicatat namanya di sumber lain, meskipun tidak dapat dipastikan kebenarannya. Lukisan Nicolas Poussin Moses rescued from the Nile "Musa diselamatkan dari sungai Nil"; 1638 menunjukkan "Putri Firaun" yang tidak disebutkan namanya di Alkitab, tetapi ditulis bernama "Bithiah" dalam suatu tradisi Yahudi. Semua gambarFotosIlustrasiVektorVideoMusikEfek suaraGIFPenggunaOpsi PencarianMediaFotosIlustrasiVektorVideoMusikEfek suaraGIFMenemukanPilihan editorKoleksi TerkurasiGambar PopulerVideo PopulerMusik PopulerPencarian PopulerKomunitasKreatorForumBlogKameraTentangTentang KamiFAQRingkasan LisensiSyarat-syarat servisPrivasiKebijakan CookieAPIČeštinaDanskDeutschEnglishEspañolFrançaisIndonesiaItalianoMagyarNederlandsNorskPolskiPortuguêsRomânăSlovenčinaSuomiSvenskaTürkçeViệtไทยБългарскиРусскийΕλληνική日本語한국어简体中文Semua gambarFotosIlustrasiVektorVideoGIFMusikEfek suaraSemuaDatarTegakLebih besar darixLatar belakang transparanHitam dan putihSemua< 24 jam< 72 jam< 7 hari< 6 bulan< 12 bulanSafeSearchTerkiniPilihan editorSedang trenPaling relevan alkitab cerita ccx kristen tuhan storying yesus kekristenan yahudi perjanjianGambar tajaan iStock LIMITED DEAL 20% off with PIXABAY20 couponSee more on iStock Gambar-gambar bebas royaltialkitab buku stabilokarakter bonekatua buku alkitab agamaalkitab cerita natallogo buku literaturadam alkitabyesus alkitababraham sarah yahudialkitab cerita nataljacob betel bulanabel alkitab cainyesus tanda alkitabalkitab ccx tan tankeluaran alkitab musaalkitab ccx tan tanabraham alkitabkarakter bonekaabel alkitab cain priaalkitab storying ccxjacob alkitabjacob betel larianak yesus kekristenanalkitab storying ccxalkitab musa harun ccxalkitab ccx tan tanalkitab menyeberangalkitab menyeberangwisemenbahtera nuh kapal airadam alkitabalkitab storying ccxjacob betel mataharijacob betel bulanjudith alkitabalkitab musa ccxtua buku alkitab agamayesus tanda alkitabitalia relief dasarabel alkitabalkitab storying ccxalkitab cerita ccxluther memorial wormsalkitab perjanjian lamakeluaran alkitab musakatedral tatapan italiaalkitab tua gerejaalkitab musa harun ccxalkitab musa tuhan tuaabel alkitabalkitab musa tua tuhanbuku baca membukaalkitab cerita ccxalkitab bukugereja jendelabaca pelatihan bukubuku alkitabbukit benteng ammanalkitab storying ccxabraham alkitabjacob alkitabyesus alkitabalkitab musa tuhan tuaadam apel alkitabyesus tanda alkitabbertindak 20 pauluskeluaran alkitab musajacob alkitabalkitab storying ccxalkitab storying ccxbintang ekor hari natalalkitab perjanjian lamahari natal cerita natalmartin luther martinalkitab cerita ccxalkitab musa ccxyesus domba kekristenanalkitab menyeberangiman alkitab tuaalkitab kristenyesus tanda alkitabalkitab membakaralkitab kitab sucialkitab musa tua tuhanbertindak 20 pauluskarakter komik tuhanyesus alkitabkeluaran alkitab musabertindak 20 paulusalkitab musa tua tuhanalkitab cerita ccxalkitab storying ccxalkitab musa tua tuhanalkitab storying ccxkapal danau ikanbertindak 20 paulusalkitab storying ccxkristen kekristenanpagar paduan suara yesusyesus ikan injilalkitab storying ccx1-100 dari 334 gambar-gambar Laman Selanjutnya / 4Gambar tajaan iStock LIMITED DEAL 20% off with PIXABAY20 couponSee more on iStock Ilustrasi Ayat Emas Alkitab, sumber UnsplashAyat emas Alkitab adalah ayat-ayat yang populer dan banyak dijadikan hafalan oleh umat Kristiani. Ayat-ayat ini menjadi populer karena biasanya digunakan dalam Ekaristi atau dalam misa yang diadakan di gereja. Meski demikian, semua ayat yang berada di Alkitab sejatinya merupakan ayat emas, karena merupakan firman Tuhan langsung kepada Emas Alkitab yang penting untuk diketahuiSebagai umat Kristiani yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai jalan pelindung dalam kegelapan, sebaiknya mengtehaui dan mengingat ayat emas Alkitab berikut ini sebagai panduan dalam menjalani hidupTUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Mzm. 231Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Mzm. 462Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mzm. 5523Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mzm. 119105Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; 24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! Mzm. 13923-24Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Ams. 17Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pkh. 311Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Rat. 322-23Kamu telah mendengar firman Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Mat. 543-44Karena itu berdoalah demikian Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Mat. 69-13Demikian adalah ayat emas Alkitab yang penting untuk diketahui, semoga bermanfaat. Adelliarosa Lori Official Writer Banyak orang Kristen yang merasa tidak layak dan mustahil dipakai Tuhan. Diantaranya berpikir bahwa Tuhan hanya akan memakai orang-orang besar, terpandang, berasal dari latar belakang keluarga yang baik, dan yang suci dalam hidupnya. Sebelum banyak orang yang berpandangan serupa adalah lebih baik mengetahui bahwa kenyataannya Tuhan tidak memandang apa yang dimiliki seseorang untuk layak melayani-Nya. Dalam banyak kisah, bahkan cerita tokoh-tokoh Alkitab, sebagian diantara mereka yang berpengaruh dalam kekristenan justru adalah orang-orang biasa pada awalnya. Namun Tuhan memperlayakan mereka karena mereka membuka hati untuk mengikut Tuhan. Adapun beberapa orang biasa yang ternyata dipakai Tuhan secara luar biasa adalah 1. Gideon Bisakah Anda berpikir tentang seseorang yang paling tidak berkualitas daripada Gideon? Yang mengaku dia adalah suku yang terkecil dari suku-suku Israel? Allah tahu hal itu, dan Dia tidak mencari yang kuat dan berkuasa atau yang cakap berbicara. Ia memanggil yang terkecil di mata dunia agar Dial ah yang paling dimuliakan. Jangan pernah berpikir bahwa Allah memperhitungkan potensi dengan ukuran atau kekuatan. Dia melihat hati 1 Samuel 16 7. Tiga ratus orang Gideon, yang terdiri dari petani dan gembala menghadapi 135 ribu tentara Midian. Karena Gideon taat, Tuhan memberi kemenangan. 2. Daud Daud disebut sebagai seorang yang berkenan dihati Allah Kisah Para Rasul 113 22, namun nyatanya dia adalah seorang pezinah dan pembunuh. Untungnya, seperti tulisan pemazmur, bahwa Allah tidak berurusan dengan kita sesuai dengan dosa-dosa kita, atau membalas kita sesuai dengan kejahatan kita Mazmur 103 10. Allah memulihkan Raja Daud setelah dia mengungkapkan doa pertobatannya. “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!" Mazmur 51 1-2 Daud yang dulunya hanyalah seorang gembala yang rendah hati diangkat Allah menjadi raja atas Israel. Baca Juga 4 Tokoh Alkitab yang Paling Taat Sama Tuhan, Belajar dari Mereka Yuk! 3. Musa Banyak tokoh-tokoh Alkitab berasal dari latar belakang seorang pembunuh, seperti halnya Musa, yang harus menjalani hidup setelah membunuh seorang warga Mesir dan seorang gembala yang berkelana selama 40 tahun di padang gurun. Musa juga bukan ahli komunikasi seperti apa yang dia katakana kepada Tuhan, “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hama-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Tuhan memilih Musa meskipun Dia tahu bahwa laki-laki ini tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan perintah seperti yang disuruhkan kepada-Nya. Dari latar belakang pembunuh, lalu melarikan diri, kemudian kembali ke Mesir dan dipilih untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan. Itulah yang dilakukannya. 4. Rasul Paulus Menganiaya umat Tuhan adalah tugas terbesar seorang Paulus di masa lalu. Sebelum menjadi Paulus, namanya adalah Saulus yang artinya perusak. Hingga pada suatu hari saat dia tengah dalam perjalanan menuju Damsyik untuk menganiaya umat Tuhan di sana, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi Dia Kisah Para Rasul 91-3. Matanya dibutakan, dan akhirnya melihat kembali. Dari pengalaman itu, dia bertobat dan memberi dirinya untuk melayani Tuhan dan mengganti namanya menjadi Paulus yang berarti kecil atau rendah hati. Paulus adalah bapa penginjil yang paling berpengaruh dalam kekristenan karena pelayanan dan pengorbanannya yang luar biasa kepada Tuhan. Baca Juga Dibutuhkan 2100 Perlengkapan Sekolah untuk Anak NTT, Bantu Yuk… 5. Yeremia Saat Yeremia dipanggil oleh Allah, dia masih sangat muda. Dia mulai mencari alasan bahwa dirinya tidak layak dengan berkata, “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda Yeremia 1 6”. Ya, dalam pikiran kita dia mengatakan hal yang jujur karena siapa yang mungkin mau mendengarkan dia berbicara sebab pada masa itu orang muda tidak memiliki ruang untuk berbicara. Tetapi Tuhan menjawabnya, “Janganlah katakan Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. "Janganlah katakan Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.” Yeremia melakukan yang terbaik dan percaya bahwa tangan Tuhan senantiasa terulur menolongnya. Selain lima tokoh di atas, masih banyak tokoh Alkitab lain yang dipakai Tuhan menjadi luar biasa meskipun kenyataannya mereka hanyalah orang biasa, seperti Petrus, Yusuf atau Nehemia. Tetapi kita melihat bahwa Allah memakai orang-orang ini. Panggilan Tuhan bahkan tidak berhenti hanya kepada mereka, mungkin hari ini beberapa diantara kita juga terpanggil untuk melakukan kehendak Tuhan, dan kita hanya perlu membuka hati dan mengatakan Ya’. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah 1 Korintus 1 27-29”. Ada banyak anak di luar sana yang membutuhkan uluran kasih demi masa depannya. Apakah kamu tergerak untuk ikut mendukung pelayanan Sekolah Minggu Superbook CBN membagikan 2100 perlengkapan sekolah untuk anak NTT? Dengan berdonasi sebesar kamu sudah menjadi HeroofChange bagi generasi ini. DAFTAR DI SINI Sumber Halaman 1 Pada saat mengalami pencobaan dan kesulitan, banyak orang Amerika beralih ke Alkitab untuk mendapatkan dorongan semangat. Dan hal ini dilakukan dengan alasan yang bagus, menurut sebuah penelitian baru. Di tengah pandemi global, pemilu yang penuh perselisihan, dan keresahan sosial, American Bible Society ABS, dengan bantuan Human Flourishing Program dari Universitas Harvard, menemukan korelasi yang kuat antara pembacaan firman Tuhan dan harapan. Orang-orang yang sering membaca Alkitab menilai diri mereka 33 poin lebih berpengharapan daripada orang-orang yang membaca firman Tuhan dengan tidak teratur. Hasil ini ditemukan dalam dua survei terhadap lebih dari orang yang dilakukan dalam jarak waktu enam bulan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang-orang menjadi lebih berpengharapan ketika mereka lebih sering membaca firman Tuhan. Dalam skala 1 sampai 100, dengan angka 100 berarti sangat berpengharapan, orang-orang Amerika yang melaporkan membaca Alkitab tiga atau empat kali setiap tahun mendapatkan nilai 42. Kemudian orang-orang yang membaca Alkitab tiga atau empat kali setiap bulan mendapatkan nilai 59; yang membaca Alkitab tiga atau empat kali setiap minggu mendapatkan nilai 66; dan yang membaca berkali-kali dalam seminggu mendapatkan nilai 75. Orang-orang yang tidak pernah membaca Alkitab agak lebih berpengharapan dibanding mereka yang jarang membacanya, menurut penelitian tersebut. Tetapi pembaca yang tidak membaca Alkitab memiliki pengharapan sekitar 5 poin lebih sedikit daripada mereka yang membaca firman Tuhan 3-4 kali setiap bulan. Pembacaan Alkitab—dibarengi dengan bentuk komunitas dan pemuridan lainnya, seperti misalnya pergi ke gereja atau berpartisipasi dalam kelompok kecil—nampak berkontribusi terhadap rasa kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang, kata Tyler VanderWeele, direktur Human Flourishing Program di T. H. Chan School of Public Health, Universitas Harvard. “Gereja-gereja memiliki peranan penting dan besar dalam berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara umum—dan terutama sekali pada masa seperti sekarang ini,” ujarnya. Temuan-temuan ini konsisten dengan penelitian-penelitian lainnya mengenai dampak afiliasi keagamaan dan perkembangan optimal manusia, menurut VanderWeele. Orang-orang yang beribadah di gereja dan membaca Alkitab cenderung lebih berbahagia, lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena bunuh diri, dan memiliki tujuan hidup yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan dalam dua fase ini adalah unik, karena penelitian ini menilai orang-orang sebelum dan sesudah pandemi virus corona melanda Amerika Serikat. Survei pertama dilakukan pada bulan Januari dan yang kedua pada bulan Juni, ketika jumlah total kasus yang terkonfirmasi melampaui 2,5 juta dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menghitung lebih dari kematian orang Amerika. Survei yang menyoroti dampak COVID-19 bukan merupakan rencana awal, kata John Plake, direktur intelijen pelayanan untuk ABS. Tetapi para peneliti menyadari bahwa bersamaan dengan semua hal buruk yang dibawa oleh pandemi ini, terdapat juga sebuah kesempatan. Pada Januari 2020, Plake dan rekan-rekannya di American Bible Society memutuskan untuk menambah jumlah pertanyaan yang mereka ajukan dalam penelitian 10th annual State of the Bible mereka. Mereka telah memperhatikan ukuran perkembangan optimal manusia yang dikembangkan di Harvard dan memutuskan untuk mengikutsertakan beberapa pertanyaan tentang keamanan, kebahagiaan, dan kesehatan mental dalam studi tentang penggunaan Alkitab. Mereka mengumpulkan informasi dari orang lebih dan mulai memproses informasi tersebut, seperti yang telah mereka lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebelum mereka menyelesaikannya, kasus COVID-19 mulai meroket. Virus tersebut menyebar dengan cukup cepat sehingga dianggap sebagai pandemi, National Basketball Association menangguhkan musim pertandingannya, Presiden Donald Trump mengumumkan keadaan darurat nasional, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC mendesak orang-orang untuk tidak bertemu di dalam kelompok besar. Para peneliti ABS, yang bersiap untuk menerbitkan studi mereka tentang penggunaan Alkitab, memiliki pemikiran lain Bagaimana jika, alih-alih merilis data baru mereka pada minggu Paskah, mereka menyimpannya terlebih dahulu dan melakukan survei kedua? Mereka dapat memperoleh wawasan yang kritis tentang bagaimana krisis nasional berdampak pada cara orang mendalami Alkitab — dan bagaimana mendalami Alkitab dapat memengaruhi orang-orang di masa krisis. Para peneliti segera menyadari bahwa sejak mereka menggunakan ukuran perkembangan optimal manusia dalam studi bulan Januari, mereka secara tidak sengaja menetapkan titik perbandingan untuk mengukur bagaimana keadaan orang-orang semasa COVID-19. VanderWeele turut serta di dalamnya. Ia mengatakan penelitian tersebut penting karena membantu mengungkap jumlah korban manusia dari pandemi COVID-19 dan hal-hal yang terkait karantina wilayah—sesuatu yang tidak dapat diukur dengan data pasar saham atau produk domestik bruto. Human Flourishing Program bermitra dengan ABS untuk penelitian kedua di bulan Juni. Temuan-temuan ini dipublikasikan pada bulan Oktober di Journal of General Internal Medicine dalam laporan yang ditulis bersama oleh VanderWeele, Plake, Jeffery Fulks dari ABS, dan Matthew Lee dari Harvard. “Ukuran Kesejahteraan Nasional Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19 pada Sampel Online” menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, perasaan akan makna dan tujuan, serta stabilitas finansial dan materi, semuanya menurun tajam di antara bulan Januari dan Juni. Virus melanda negara tersebut, dan penutupan-penutupan menyebabkan kerugian ekonomi dan mengisolasi orang-orang di rumah mereka. Sebagian besar studi tersebut menegaskan apa yang sudah diketahui oleh semua orang. Stabilitas finansial dan material, seperti yang diperkirakan, merupakan pukulan terberat bagi banyak orang, turun 16,7 persen. Bagaimanapun juga, VanderWeele mencatat bahwa data tersebut menunjukkan variasi yang luas dalam dampak ekonomi. Sebagian orang tidak kehilangan pekerjaan dan bisa menabung dengan tetap tinggal di rumah. Hal ini menempatkan mereka pada posisi keuangan yang relatif lebih baik, sementara yang lain sangat menderita karena penutupan ekonomi. Kebahagiaan dan kepuasan hidup menurun sebanyak 9,6 persen di antara para responden, dan kesehatan mental dan fisik menurun sebanyak 7,4 persen. Studi ini juga menemukan bahwa keterhubungan sosial tidak menurun sebanyak yang diperkirakan. Ini bisa jadi karena, meskipun banyak orang berada dalam karantina wilayah, mereka membangun hubungan yang lebih intim dengan orang-orang di lingkaran terdekat mereka. Keluarga VanderWeele sendiri menghabiskan lebih banyak waktu bersama, dan anak-anaknya mulai berkomunikasi dengan kakek nenek mereka secara teratur melalui internet. “Menurut saya periode ini telah menunjukkan masa refleksi tentang apa yang benar-benar penting di dalam kehidupan,” kata VanderWeele. “Dari sudut pandang Kristen, seseorang seringkali mengalami pertumbuhan melalui penderitaan.” Tetapi data yang paling menarik, dari sudut pandang ABS, adalah bagaimana Alkitab, gereja, dan disiplin-disiplin kristiani tampaknya membantu orang-orang melewati periode yang gelap ini. Data ini menunjukkan bahwa penurunan ukuran perkembangan optimal manusia kurang terlihat pada orang-orang yang membaca Alkitab secara teratur dan berpartisipasi di gereja, baik secara langsung maupun secara daring. Keterlibatan dengan firman Tuhan tampaknya telah memuncak tepat setelah COVID-19 dimulai—ini yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir—tetapi kemudian turun secara signifikan menjelang akhir Juni. Ini adalah tren umum ketika orang-orang mengalami trauma, menurut Scott Ross, yang melayani penyembuhan trauma dengan gereja-gereja di ABS. Meskipun banyak yang akan beralih ke Alkitab untuk mendapatkan jawaban di saat-saat yang meresahkan, seringkali mereka berhenti membaca dengan setia setelah beberapa saat. Sedikit banyak, apa yang terjadi sekarang tampaknya merupakan respons masyarakat luas terhadap trauma. Tetapi bukti menunjukkan bahwa orang-orang Amerika yang terlibat secara aktif mendalami Alkitab dan dalam ibadah bersama, memperoleh nilai yang lebih tinggi pada setiap ukuran perkembangan optimal manusia, termasuk kesehatan mental dan fisik yang lebih baik serta pemaknaan terhadap karakter dan kebajikan yang lebih mendalam. Mereka bahkan memiliki pemaknaan yang lebih besar akan stabilitas finansial dan materi dibandingkan dengan mereka yang tidak menghadiri gereja atau mendalami Alkitab. Orang-orang Kristen juga terukur lebih berpengharapan. Pada skala 1 banding 100, orang-orang non-Kristen mendapat nilai sekitar 50, orang-orang Kristen yang tidak menerapkan prinsip-prinsip kekristenan dalam kehidupannya mendapat nilai 57, dan orang-orang Kristen yang secara teratur berpartisipasi dalam kehidupan jemaat lokal mendapat nilai 66. Hubungannya hanyalah sebuah korelasi. Para peneliti belum menunjukkan bahwa pembacaan Alkitab atau ibadah Kristen menyebabkan perkembangan optimal pada manusia, melainkan hanya menunjukkan bahwa kedua hal tersebut saling kait-mengait. Namun demikian, menurut mereka data tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang seperti apa masyarakat yang sehat dan memberikan alasan praktis serta sosial kepada orang-orang untuk semakin giat beribadah dan mendalami Alkitab. “Menurut saya State of the Bible menunjukkan kepada saya secara empiris tentang semua yang saya ketahui secara intuitif dan eksistensial,” kata Ross. Ia percaya gereja dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat perbedaan dalam melayani orang-orang. “Apa yang kami lihat adalah ketika orang-orang diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan mendengarkan satu sama lain, serta memproses dan terlibat dalam firman Tuhan secara berkelompok, kami melihat gejala-gejala trauma itu menurun.” Adam MacInnis adalah jurnalis yang tinggal di Nova Scotia, Kanada. Diterjemahkan oleh Janesya S. [ This article is also available in English, Português, and Français. See all of our Indonesian Bahasa Indonesia coverage. ] Pdt. Tony Tedjo Contributor Teman yang baik tentu merasa senang melihat keberhasilan sahabatnya. Namun terkadang ada juga teman yang menjadi panas hati sewaktu mendengar temannya berhasil membuka usaha baru atau berhasil meraih gelar doktor teologi. Prinsip yang dianutnya “senang melihat orang lain susah, dan susah mendengar orang lain berhasil.” Orang tersebut berusaha dengan berbagai cara untuk menjatuhkan temannya, agar sebisa mungkin usaha temannya itu bangkrut atau menjelek-jelekkan nama temannya sehingga nama baiknya rusak. Tentu saja sikap yang seperti itu tidak patut dicontoh. Seseorang yang sedang merasa panas hati dapat terlihat melalui raut mukanya yang cemberut dan pipinya yang memerah. Umumnya tutur katanya pun keras dan pedas. Panas hati dipicu oleh suasana hati berdebar-debar, diikuti rasa kebencian mendalam terhadap orang yang dianggap menjadi penyebab dia menjadi panas hati. Manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki kehendak bebas, yang bila tidak dikendalikan dan ditaklukkan dalam Roh Kudus, maka akan cenderung berbuat dosa. Salah satu dosa yang tak disadari oleh anak-anak Tuhan adalah panas hati. Oleh karena itu harus ditinggalkan. “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panah hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan” Mzm. 3 8. Apabila sikap panas hati tetap dibiarkan, akan membawa pada kejahatan. Alkitab mencatat ada empat orang yang mengalami panas hati. Keempat orang tersebut membiarkan dirinya dikuasai panas hati, sehingga melakukan tindakan kejahatan seperti merencanakan dan melakukan pembunuhan. 1. Kain Kain adalah anak dari Adam dan Hawa, yang pekerjaannya sebagai petani. Dia bersama Habel, adiknya itu, memberikan korban persembahan kepada Allah. Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Sedangkan persembahan Habel berupa hasil anak sulung kambing domba. Kejadian 45 mencatat, “Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.” Kain menjadi panas hati terhadap Habel, karena persembahannya tidak diterima oleh Tuhan. Kain tidak dapat menguasai hatinya, sehingga ia merencanakan untuk membunuh adiknya. Kain pun akhirnya membunuh adiknya. Inilah pembunuhan pertama kali di dunia. “Kata Kain kepada Habel, adiknya Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia” Kej. 48 2. Saul Saul adalah seorang raja Israel pertama yang diangkat oleh bangsa Israel. Saul oleh rakyatnya dianggap sebagai seorang pahlawan. Rakyatnya memuji kepahlawanan Saul. Namun, kebahagiaan Raja Saul tersebut terusik, ketika muncul Daud. Daud adalah seorang remaja yang masih sangat muda. Namanya mulai ramai dibicarakan orang di Israel, semenjak keberaniannya membunuh Goliat, raksasa Filistin. Selain itu, setiap kali Daud maju berperang, dia selalu menang. Rakyat Israel memuji Daud melebihi mereka memuji Saul. Terhadap hal tersebut Saul menjadi panas hati terhadap Daud, sehingga dia berupaya untuk membunuhnya. “’Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.’ Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya.’” 1 Sam. 187-8. Saul berikhtiar untuk membunuh Daud. “Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh” 1 Sam. 191. Beruntung, Daud bisa terbebas dari rencana pembunuhan Saul. Akhirnya, Saul harus mati di medan perang, sedangkan Daud menjadi raja menggantikan Saul. Baca Juga Mati Lantaran Iri Hati 3. Haman bin Hamedata, orang Agag Haman memiliki kedudukan di atas semua pembesar yang ada di hadapan Raja Ahasyweros. Ahasyweros sendiri adalah raja yang merajai seratus duapuluh tujuh daerah, mulai dari India sampai ke Etiopia. Haman merasa dirinya layak untuk dihormati para pegawai dan rakyat di sekitar Puri Susan. Setiap rakyat dan pegawai yang bertemu dengan Haman diharuskan untuk sujud menyembahnya. Namun, suatu kali ketika Haman bertemu dengan Mordekhai, ternyata Mordekhai tidak mau menghormati dia. Hal ini membuatnya menjadi panas hati terhadap Mordekhai, sehingga dia merencanakan pemusnahan terhadap orang Yahudi. “Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros” Ester 3 5-6 Haman dengan tipu muslihatnya berhasil membujuk Raja Ahasyweros untuk memunahkan semua orang Yahudi yang ada di wilayah kekuasaan Raja Ahasyweros. Berkat pertolongan Tuhan, Mordekhai dan Ester berhasil menggagalkan rencana jahat Haman. Bahkan, pada akhirnya Haman sendiri digantung pada tiang gantungan yang dibuatnya sendiri. 4. Herodes Herodes menjadi panas hati ketika mendengar berita bahwa telah lahir raja orang Yahudi di Betlehem. Dia merasa tersaingi dengan kehadiran bayi yang dipercaya akan menjadi raja orang Yahudi. Oleh karena itu, Herodes menyuruh untuk membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya yang berusia 2 tahun ke bawah. Tujuannya agar bayi yang diberitakan oleh orang majus itu juga ikut terbunuh. “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah panas hati. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu” Mat. 2 16 Baca Juga Iri Tanda Tak Mampu, Tapi Kalau Sudah Terlanjur, 4 Cara Ini Bisa Menjadi Jawabannya Bagaimana agar kita terhindar dari dosa panas hati? 1. Mintalah Roh Kudus untuk menjaga hati kita supaya jangan timbul akar pahit, termasuk panas hati. Biarlah hati kita didamaikan oleh-Nya, diberikan karunia penguasaan diri sehingga terhindar dari kejahatan lainnya akibat panas hati. 2. Tetap rajin baca Alkitab. Sebab dengan membaca Alkitab kita diingatkan agar tidak berbuat hal-hal yang dibenci Tuhan. Setiap pasal dan ayat yang kita baca dapat menjadi rambu-rambu peringatan. Rambu-rambu inilah yang seringkali mengingatkan kita, apakah perjalanan hidup kita sudah melenceng dari firman Tuhan. 3. Tetap mengucap syukur dalam segala keadaan. Hal ini dapat menghindari sikap iri hati dan panas hati apabila melihat keberhasilan orang lain. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” Ams. 4 16 Kita harus senantiasa menjaga hati ini sehingga terhindar dari dosa yang dapat membawa pada berbagai-bagai kejahatan. Panas hati selain merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri. Jadi, hindarilah iri hati! Tuhan Yesus memberkati. Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi tim konseling kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini Sumber Pdt. Tony Tedjo, dosen teologi, penulis buku dan Ketua School of Writing SOW Halaman 1

cerita alkitab yang jarang diketahui